Pemahaman manusia tentang alam semesta sedang mengalami transformasi besartransformasi paradigma. Pada era mekanika klasik, alam semesta dianggap sebagai jam mekanis yang berputar tanpa akhir setelah parameter awal ditentukan, dan ruang hanyalah wadah statis bagi materi. Namun,pandangan sistem dialektikamenyatakan kemunduran pandangan alam metafisika seperti itu.
1. Alam Semesta sebagai 'Kumpulan Proses'
Sejak lebih dari seratus tahun lalu, pandangan alam dialektika telah secara puitis menyatakan bahwa dunia bukanlah kumpulan benda-benda yang sudah ada, melainkankumpulan proses. Ilmu kosmologi modern memverifikasi kesimpulan ini, yaitualam semesta yang diamati adalah kesatuan organik dengan banyak tingkatan dan jenis. Ia bukan lagi latar belakang yang statis, melainkan sebuah alam semesta dinamis yang berevolusi dari yang sederhana menjadi kompleks, dari yang homogen menjadi terstrukturalam semesta evolusi dinamis.
2. Prinsip Inti Pandangan Sistem Dialektika
- Teori Keberadaan Sistem: Alam semesta ada dalam bentuk sistem. Baik partikel mikroskopis maupun galaksi makroskopis, merupakan kesatuan yang saling terhubung dan saling bergantung satu sama lain.
- Kesatuan Ruang-Waktu: Pandangan sistem dialektika berpendapat bahwa ruang dan waktu bukanlah kerangka yang terpisah dari materi, melainkan bentuk eksistensi sistem materi yang bergerak.
- Ketakterbatasan Evolusi: Gerakan materi dalam ruang-waktu memiliki pola tertentu, dan tingkatan struktur bersifat tak terbatas baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Ilmu kosmologi modern pada dasarnya meneliti seluruh alam semesta yang diamati sebagai sistem evolusi atau kumpulan proses, yang menandakan bahwapandangan sistem dialektika merupakan gambaran umum tentang eksistensi dan evolusi sistem alam, telah menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.